Dalam kehidupan keluarga, sadar atau tidak terkadang kita mengalami ketidak cocokan antara suami dengan istri atau sebaliknya atau antara anak dengan orang tua atau sebaliknya. Seorang suami terkadang memaksakan kehendaknya, yang mengganggap pendapatnya adalah yang benar dan harus diikuti oleh anggota keluarga yang lain. Dengan demikian akan terjadi perselisihan diantara keduanya. Si suami beranggapan bahwa pendapatnya atau keinginannya semata-mata untuk mencari kesenangan semuanya termasuk istri dan anak-anaknya. Padahal justru istri dan anak-anaknya tidak senang dengan pola perlakukan dan sikap dari seorang suami.
Suami berkeinginan membahagianan dan menyenangkan istrinya, padahal dengan cara tersebut justru malah sebaliknya. Oleh karena itu suami perlu koreksi diri dan merubah tujuannya yaitu "berusaha untuk membahagiakan dan menyenangkan istri dan anak-anaknya". Kalu demikian tujuannya, maka istri dan anak-anaknya akan bahagia, dan suamipun juga akan bahagia dalam bingkai cinta kepada Allah SWT.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar